Monday, 27 July 2015

[Book] The Known World: Tentang Dunia yang Kaukenal



Membaca buku karangan Edward P Jones ini seperti tersedot masuk dalam putaran waktu yang membawa kita kesana-kemari dan tidak kuasa untuk menolak. Edward menggunakan alur maju-mundur dan menceritakan kisah banyak tokoh di dalamnya. Meski demikian, seluruh kisah sepertinya berpusat pada satu nama belakang, Townsend. Tentang Henry Townsend, Augustus Townsend, Caldonia Townsend, dan para budak perkebunan Townsend, sedangkan kisah-kisah dari para orang lain masih tetap berkutat tentang masalah perbudakan, dan tentu saja tidak jauh-jauh dari lingkungan keluarga Townsend.

Buku ini direkomendasikan (dan dipinjamkan :p) oleh seorang teman yang mengatakan bahwa novel ini adalah salah satu novel terkuat yang dibacanya TAHUN LALU. Oke, garis bawahi kata “tahun lalu”. Itu artinya aku terlambat satu tahun membaca buku itu. Tapi memang iya buku ini bagus. Meskipun harus aku baca dengan lambat dan baru kuhabiskan selama satu bulan -_- .


Nah, bagian menyenangkan dari menulis tentang novel yang sudah aku baca adalah menceritakan apa (atau siapa) yang aku suka dari novel ini. Novel ini berjudul The Known World tapi bercerita tentang The Unknown World for me. Kisah tentang perbudakan kulit hitam oleh kulit putih di Amerika memang sudah ditulis oleh banyak penulis, sebagaimana kisah tentang PKI dan tragedi ’65 sudah banyak ditulis di Indonesia. Tapi tetap saja. Semakin membaca semakin banyak hal yang kamu rasa tidak kamu ketahui. Dan karena itu setiap bacaan itu berharga.

Dan bila ditanya siapa tokoh favoritku di novel ini, maka akan aku jawab “Alice”. Alice Night. Sang pengembara malam. Dialah yang menurutku menjadikan novel ini begitu berkesan bagiku. Aku menyukai lagu yang ia nyayikan sepanjang ia berpura-pura gila dan keluyuran. 


aku menemukan lelaki mati terbaring di jalan kecil
  tuanku
kutanya siapakah nama lelaki itu
ia mengangkat kepalanya yang kurus dan melepas
   topi
ia berkata itu ini


Sedangkan kisah paling menyayat hati dalam novel ini menurutku adalah saat sang ayah, Augustus Townsend, seorang pria merdeka yang bercita-cita memerdekakan lebih banyak budak lagi, harus kembali terjebak dalam perbudakan. Tidak ada yang lebih mengerikan dan menyakitkan daripada itu.

Buku ini, dalam penceritaannya mengingatkan aku pada Les Miserables-nya Victor Hugo. Tapi The Known World menurutku lebih mampu membawaku tenggelam dalam kisahnya. Tapi tentu saja pendapat itu bukanlah pendapat profesional.

Tentang kemiripan The Known World dengan Les Miserables, aku bahkan tidak ingat alur seperti apa yang digunakan Victor Hugo, hanya saja aku mengingat bahwa ada banyak tokoh yang dikisahkan dan rasa-rasanya selalu menceritakan kesedihan. Sedangkan tentang kesukaanku yang lebih pada The Known World sepertinya bisa dipengaruhi banyak hal. Bisa jadi karena Edward P Jones adalah seorang Amerika yang karenanya terjemahan karyanya menjadi lebih “renyah” dibandingkan terjemahan karya Victor Hugo. Atau bisa juga karena apapun juga. Entahlah. Baca saja yuk :D

0 comments: