Wednesday, 10 June 2015

Enlightenment (1700-1800)

            Era Enlightenment (Pencerahan) adalah sebuah gerakan kultural dari para intelektual Eropa yang dimulai pada akhir abad 17 dengan menekankan lebih kepada akal pikiran dan individualisme daripada tradisi. Tujuannya adalah untuk membentuk kembali masyarakat menggunakan akal, menantang ide-ide yang mengakar pada tradisi dan kepercayaan, dan mengembangkan pengetahuan melalui metodde scientific. Para pemikir Enlightenment menentang takjayul dan intoleran. Enlightenment pada sastra mengeksporasi tema-tema tentang pergolakan sosial, pembalikan status sosial, satir politik, eksporasi geografis, dan pembandingan antara bagaimana sifat alami manusia dan bagaimana seharusnya sebagai seorang manusia yang beradab. Era Enlightenment adalah era perayaan terhadap ide-ide- yakni ide tentang sejauh mana kemampuan pikiran manusia dan apa yang dapat dicapai oleh sebuah tindakan yang disengaja dan metodologi science.

Beberapa penulis Era Enlightenment adalah:
Daniel Defoe
Voltaire
Denis Diderot
Jonathan Swift
Goethe
Samuel Richardson
Olivia Goldsmith
Henry Fielding

Renaissance (1500-1670)

         Meskipun yang terkenal di antara para pelajar adalah Renaissance Italia, tapi karya-karya sastra renaissance Inggris menyaingi segala hal lain pada periode tersebut. Selama masa 1500-1660, Renaissance Inggris menghasilkan karya-karya sastra terbaik yang diketahui dunia. Semangat optimisme, potensi tak terbatas, dan karakter Bahasa Ingris yang tabah, menempatkan karya sastra sebagai priooritas. Pada waktu yang sama, Bangsa Inggris berhasil meninggalkan kesan “barbarian” menjadi sebuah bangsa yang memiliki kekuatan ekonomi dan pengaruh. Kekuatan ini secara alami dituangkan ke dalam karya-karya sastra yang tegas, luas, inovatif, dan menciptakan tren. Puisi-puisi yang dihasilkan bereksperimen dengan bentuk dan menghidupkan kembali tradisi klasik yunani dan Roma.

Beberapa penulis era Renaissance:
William Shakespeare
Christopher Marlowe
John Milton
Sir Thomas More
Niccolo Machiavelli

Medieval/Middle Age (500-1500)

                Sastra pada masa Middle Age (Medieval) ini didominasi oleh karya-karya teologis-religius. Penulis-penulis masa ini sangat menghormati pastur gereja dan cenderung menceritakan kembali cerita-cerita yang telah mereka dengar/baca dan memperindahnya.

Beberapa penulis era Medieval:
Geoffrey Chaucer
Penulis Beowulf
Thomas Malory
St Augustine Hyppo
Dante Alighieri
Thomas Aquinas

Monday, 8 June 2015

[Book Review] The Phantom of The Opera: Si Buruk Rupa yang Berkenalan dengan Cinta



gambar: bukubekas.blogspot.com


Judul                    : The Phantom of the Opera
Penulis                  : Gaston Leroux
Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman     : 376 halaman

Eric, sang hantu opera, adalah seorang yang buruk rupa dan menyimpan dendam  teramat dalam pada semua orang. Kebencian dan dendamnya berasal dari penolakan dan pandangan jijik orang-orang yang ditujukan terhdapnya. Bahkan oleh orang tuanya sendiri. Bahkan topeng pertama yang dikenakannya adalah pemberian sang ibu.

Ya, Eric memang digambarkan sebagai si buruk rupa yang selalu mengenakan topeng dan berdiam di sebuah gedung opera. Tapi tuhan bersikap adil kepadanya dengan menganugerahinya kejeniusan yang luar biasa. Berbagai macam trik disiapkannya di dalam gedung opera, sehingga hampir semua orang percaya bahwa hantu opera memang ada. Kejeniusannya pulalah yang membuatnya dengan mudah melakukan pemerasan pada pengelola gedung opera dan mendapatkan uang melalui itu.

Tuesday, 26 May 2015

[Book Review] Pride and Prejudice: Prasangka Membuatmu “Buta”



Judul                   : Pride and Prejudice
Penulis                : Jane Austen
Penerjemah         : Yunita Chandra
Editor                 : M. Syarif Mansyur
Penerbit              : Bukune (2011)

Kisah ini berkutat pada kisah percintaan yang terjadi pada putri-putri keluarga Bennet. Keluarga Bennet terdiri dari Ny Bennet yang cukup mengganggu dengan keinginannya menikahkan putri-putrinya dengan pria kaya, Tn Bennet yang cenderung tak peduli apapun kecuali bukunya, dan lima orang putri cantik; Jane, Elizzabeth, Mary, Kitty, dan Lidya.

Monday, 11 May 2015

Ekspedisi Teluk Saleh- Plampang



        Yeay. Weekend kali ini aku memutuskan ikutan kawan-kawan Adventurous Sumbawa dalam rangkaian One Day Trip untuk Ekspedisi Teluk Saleh. Adventurous Sumbawa adalah salah satu komunitas di Sumbawa yang berusaha mengeksplor tempat-tempat menarik di pulau ini agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. Dan ini adalah trip pertamaku bareng mereka. ^^

        Teluk Saleh letaknya di daerah Plampang Sumbawa Besar. Ada 6 gugus pulau tak berpenghuni di sana dan kamarin (10 Mei 2015), kami mengunjungi 4 di antaranya. Empat pulau eksotis ini terdiri dari Gili Panjang, Gili Meriam, Gili Dempo, dan Gili Sentigi. Dua pulau sisanya yaitu Gili Kebo dan Gili Lipan diskip  dulu ya kali ini. Waktunya gak cukup. :P

        Diantara keempat pulau yang kami kunjungi itu, 3 diantaranya berpasir putih. Satu-satunya yang tidak adalah Gili Dempo. Pasir putih dan air yang super-duper jernih. Kamu bakalan rugi banget kalau gak pernah ke tempat ini, apalagi kalau kamu pergi tapi gak bisa renang, pasti nyesel banget. Kayak aku -_- .   

        Bagaimana gak rugi kalau dunia bawah airnya ok banget dan saking jernih airnya, kamu bahkan bisa melihat itu semua bahkan saat masih di atas boat. Menyebalkan bukan?
        
        Nah, satu lagi. Spot yang ok buat dijadikan spot selfie juga banyak banget. Kamu bisa menemukan bukit dengan padang ilalang di Gili Panjang. Dari atas bukit itu kamu bisa ngeliat birunya laut di bawahmu dan pemandangan gili/pulau lain di seberangnya. Kami menghabiskan satu jam di Gili Panjang, pemberhentian pertama kami. Bersama-sama menaiki bukit dan kemudian melakukan ritual keakraban di sana. Biasalah, perkenalan. ^^
Adventurous Sumbawa document (Etekz Mdi)

Wednesday, 6 May 2015

Trip ke Lakey Beach Dompu



          Well, ini adalah vacation pertamaku setelah pulang ke Pulau Sumbawa. It’s about.. setahun.. ya, setelah setahun baru melakukan liburan itu terdengar sangat menyedihkan, bukan?


       Setelah memutuskan untuk meluangkan waktu berlibur (kebetulan ada weekend panjang, 1-3 Mei ^^), aku merencanakan perjalanan bersama sohibku. Awalnya kami memilih Pulau Moyo sebagai tujuan, tapi karena pertimbangan-pertimbangan tertentu akhirnya kami batalkan dan lebih memilih ke Pantai Lakey, Hu’u, Dompu.


          Pantai itu adalah spot ok untuk berselancar. Bagi para peselancar tentunya, karena sayangnya aku bukan salah satu dari mereka -__- . Tempat ini bahkan dijadikan tempat kejuaraan selancar dunia lho. Ombaknya punya tingkat kesulitan yang cukup tinggi, karena arah ombaknya beda dari yang biasa (katanya lho ya).